Skip to main content

KORO PUTIH


Kata Pengantar
Koro pedang (Canavalia ensiformis) sudah dikenal lama di masyarakat, namun tehnik budidaya secara baik belum banyak diketahui oleh masyarakat. Petunjuk teknis penanaman koro pedang dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang tehnik budidaya koro pedang agar diperoleh hasil yang maksimal sehingga dapat dijadikan panduan dalam penanaman koro pedang dalam skala luas.
Penanaman koro pedang di lahan hutan dimaksudkan sebagai upaya diversifikasi jenis komoditas pertanian yang selama ini didominasi oleh jagung. Sistem perakaran koro pedang yang mampu mengikat nitrogen bebas di udara dapat digunakan sebagai upaya konservasi lahan dalam menjaga tingkat kesuburan tanah.
Petunjuk teknis ini berlaku di KPH Purwodadi dan dapat ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan dan penerapannya di lapangan.
PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum
Koro pedang (Canavalia ensiformis) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan/Tengah, tanaman ini tumbuh subur dan menyebar di daerah tropis.
Di Indonesia tanaman ini dikenal dengan nama Kacang Parang, di beberapa daerah tanaman ini dikenal dengan nama; Koro Bedog, Kacang Mekah, Koro Bendo, Koro Pedang, Krandang (Jawa Tengah), Koang (Jawa Barat).
Spesifikasi
Tanaman berumur pendek, dengan akar panjang berbintil. Seiring bertambahnya umur, batang menjadi berkayu. Daun berseling terdiri dari 3 helai berbentuk bulat telur. Bunga berwarna ungu kadang-kadang putih. Bentuk biji lonjong berwarna putih atau kuning gading dengan panjang 6-9 mm
Gambar 1. Tanaman Koro Pedang Gambar 2. Biji Koro Pedang
Habitat
Koro pedang dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah (mulai 40 m dpl) namun dapat pula tumbuh pada ketinggian 1.800 m dpl. Dapat beradaptasi dengan baik di daerah tropis yang lembab dan dapat bertahan pada musim kering dengan curah hujan berkisar 700 s/d 4.000 mm per tahun.
Tanaman ini tumbuh dengan baik bila mendapat penyinaran matahari yang penuh dan toleransi keteduhan sedang.
SISTEM PENANAMAN
Penanaman Koro Pedang pada lahan hutan dilakukan disela-sela tanaman pokok kehutanan.
A. Penanaman Dengan Olah Tanah
1. Tanah dibersihkan dari rumput, alang-alang atau tanaman pengganggu lainnya.
2. Pembuatan guludan dengan cara dicangkul. Pembuatan guludan pada lahan miring bermanfaat untuk mencegah tergerusnya tanah / tanaman
3. Benih Koro Pedang ditanam dengan jarak 100 cm x 70 cm. Lubang tanam diberikan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 200 gr sebelum dilakukan penanaman, lalu ditutup dengan sedikit tanah, setelah itu benih dimasukkan dan ditutup kembali dengan tanah sehingga tidak terlihat. Satu lubang berisi 1 butir benih dengan kedalaman lubang 2 – 3 cm.
4. Setelah tanaman berusia 1 bulan, dilakukan pembersihan rumput dan pemupukan lanjutan dengan pupuk NPK cair yang disemprotkan pada daun bagian bawah. Pembersihan rumput kembali dilakukan pada usia tanaman 2 bulan
5. Pada usia 2 bulan dilakukan pemupukan dengan NPK cair dan SP 36 guna merangsang pertumbuhan batang, daun dan bakal bunga. Potong cabang yang menjulur agar tanaman bertambah rimbun dengan tumbuhnya tunas baru yang akan memproduksi bakal buah
6. Pembersihan rumput kembali dilakukan pada bulan ke 3 dan ke 4
7. Pemanenan dilakukan pada bulan ke 4, 5 dan 6. Petik buah yang berwarna coklat tua (sudah matang), biji besar, putih, padat membulat, jumlah produksi 35 s/d 75 pedang per pohon.
8. Setelah dilakukan pemanenan, buah dikeringkan dibawah sinar matahari selama 1 hari. Kemudian dilakukan pemecahan untuk mengeluarkan biji dari cangkang.
B. Penanaman Tanpa Olah Tanah
Penanaman dengan pola seperti ini dilakukan pada lahan yang subur atau bekas tanaman jagung atau kacang tanah.
Pola tanam dilakukan dengan langsung membuat lubang, tanpa dilakukan pencangkulan terhadap tanah namun pemupukan harus tetap dilaksanakan dengan baik agar tingkat produktifitas hasil panen cukup tinggi

Comments

Popular posts from this blog

Kota Kediri, CPNS 2013, Pendaftaran

CPNS 2013 Posted : 06 September 2013 PENGUMUMAN Nomor: 810/2055/419.62/2013 TENTANG PENERMAAN CALON PEGAWAI  NEGERI SIPI L DAERAH (CPNSD) KOTA KEDIRI UNTUK PELAMAR UMUM TAHUN ANGGARAN 2013 Berdasatkan Penetapan Persetujuan Tertulis Rincian Formasi CPNSD Kota Kediri Tahun 3013 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: R/029.FM.PAN-RB/08/2013 tanggal 16 Agustus 2013, Pemerintah Kota Kediri akan melaksanakan Ujian Seleksi Panerimaan Calon Pegawai Negen Sipil Daerah (CPNSD) untuk mengisi formasi tahun anggaran 2013 dari pelamar umum sejumlah 40 (empat puluh) formasi. dengan ketentuan sebagai berikut : I.      KUALIFI KASI PENDIDI KAN YANG DIBUTUHKAN A.  KODE INSTANSI YANG DILAMAR    : 6577 B.  KODE LOKASI PENEMPATAN     : 6577 NO FORMASI JABATAN KODE JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN KODE PENDIDIKAN ALOKASI 1 2 3 4 5 7 JUMLAH SELURUHNY...

Budidaya Jamur Tiram

Seputar Jamur Tiram Tanya: Media apa saja yang bisa digunakan untuk budidaya jamur tiram ? Jawab: Hampir semua limbah organik bisa digunakan untuk budidaya jamur ini.antara lain :limbah gergajian kayu,limbah ampas tebu,limbah kulit kopi,limbah sagu,limbah tapioka,sekam dan jerami,limbah kertas,limbah pengolahan nanas ,sabut kelapa ,serat garut dll. Tanya: Apa saja campuran yang digunakan untuk media jamur tiram? Jawab : Campuran yang digunakan untuk menambah nutrisi media adalah: 1.media dasar : serbuk kayu atau yang lain 100% 2.bekatul 10-15% 3.kalsit/mill 1% sebagai penyeimbang ph 4.gips untuk tambahan mineral dan untuk mengokokohkan media jamur.(tidak mutlak) 5.starbio mushroom 1% 6.air 50-60% semua bahan dicampur rata baru dicampur air,ditutup bahan plastik untuk fermentasi.1-2 hari diaduk rata .kandungan air 50-60%.dikepal tidak pecah dan ditangan tidak terasa basah. Tanya: Berapa ukuran plastik untuk packing media jamur ? Jawab : Plastik tahan panas jenis PP ukuran 0.5-35...