Skip to main content

Tafsir, Tafsir Al-Misbah, Ke-Islaman, Penjelasan Tafsir Al-Misbah

Tentang Al-Misbah

Tafsir al-Misbah adalah sebuah tafsir al-Quran lengkap 30 Juz pertama dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Warna keindonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khazanah pemahaman dan penghayatan umat Islam terhadap rahasia makna ayat Allah SWT.
Volume 1 : Al-Fatihah s/d Al-Baqarah== Sekilas Tentang Isi Tafsir ==
M. Quraish Shihab dalam rekaman "Kultum" di (2007)
M. Quraish Shihab memulai dengan menjelaskan tentang maksud-maksud firman Allah swt sesuai kemampuan manusia dalam menafsirkan sesuai dengan keberadaan seseorang pada lingkungan budaya dan kondisisosial dan perkambangan ilmu dalam menangkap pesan-pesan al-Quran. Keagungan firman Allah dapat menampung segala kemampuan, tingkat, kecederungan, dan kondisi yang berbeda-beda itu. Seorang mufassir di tuntut untuk menjelaskan nilai-nilai itu sejalan dengan perkembangan masyarakatnya, sehingga al-Quran dapat benar-benar berfungsi sebagai petunjuk, pemisah antara yang haq dan bathil serta jalan keluar bagi setiap probelam kehidupan yang dihadapi, Mufassir dituntut pula untuk menghapus kesalah pahaman terhadap al-Qur’an atau kandungan ayat-ayat.
M. Quraish Shihab juga memasukkan tentang kaum Orientalis mengkiritik tajam sistematika urutan ayat dan surah-surah al-Quran, sambil melemparkan kesalahan kepada para penulis wahyu. Kaum orientalis berpendapat bahwa ada bagian-bagian al-Quran yang ditulis pada masa awal karier Nabi Muhammad saw.
Contoh bukti yang dikemukakannya antara lain adalah: QS. Al-Ghasyiyah. Di sana gambaran mengenai hari kiamat dan nasib orang-orang durhaka, kemudian dilanjutkan dengan gambaran orang-orang yang taat.
Kemudian beliau mengambil tokoh-tokoh para ulama tafsir, tokoh-tokohnya seperti: Fakhruddin ar-Razi (606 H/1210 M). Abu Ishaq asy-Syathibi (w.790 H/1388 M), Ibrahim Ibn Umar al-Biqa’i (809-885 H/1406-1480 M), Badruddin Muhammad ibn Abdullah Az-Zarkasyi (w.794 H) dan lain-lain yang menekuni ilmu Munasabat al-Quran/keserasian hubungan bagian-bagian al-Quran.
Ada beberapa prinsip yang dipegangi oleh M. Quraish Shihab dalam karya tafsirnya, baik tahlîlî maupun mawdhû‘î, di antaranya bahwa al-Qur’an merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Dalam al-Mishbâh, beliau tidak pernah luput dari pembahasan ilmu al-munâsabât yang tercermin dalam enam hal:
• keserasian kata demi kata dalam satu surah; • keserasian kandungan ayat dengan penutup ayat (fawâshil); • keserasian hubungan ayat dengan ayat berikutnya; • keserasian uraian awal/mukadimah satu surah dengan penutupnya; • keserasian penutup surah dengan uraian awal/mukadimah surah sesudahnya; • Keserasian tema surah dengan nama surah.
Tafsîr al-Mishbâh banyak mengemukakan ‘uraian penjelas’ terhadap sejumlah mufasir ternama sehingga menjadi referensi yang mumpuni, informatif, argumentatif. Tafsir ini tersaji dengan gaya bahasa penulisan yang mudah dicerna segenap kalangan, dari mulai akademisi hingga masyarakat luas. Penjelasan makna sebuah ayat tertuang dengan tamsilan yang semakin menarik atensi pembaca untuk menelaahnya.
Begitu menariknya uraian yang terdapat dalam banyak karyanya, pemerhati karya tafsir Nusantara, Howard M. Federspiel, merekomendasikan bahwa karya-karya tafsir M. Quraish Shihab pantas dan wajib menjadi bacaan setiap Muslim di Indonesia sekarang. Dari segi penamaannya, al-Mishbah berarti “lampu, pelita, atau lentera”, yang mengindikasikan makna kehidupan dan berbagai persoalan umat diterangi oleh cahaya al-Qur’an. Penulisnya mencitakan al-Qur’an agar semakin ‘membumi’ dan mudah dipahami. Tafsîr al-Mishbâh merupakan tafsir Al-Quran lengkap 30 juz pertama dalam 30 tahun terakhir, yang ditulis oleh ahli tafsir terkemuka Indonesia : Prof. Dr. M. Quraish Shihab. Ke-Indonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khasanah pemahaman dan penghayatan kita terhadap rahasia makna ayat-ayat Allah. Mari terangi jiwa dan keimanan kita dengan Tafsîr al-Mishbâh sekarang juga.
Buku ini terdiri dari 15 volume:
Volume 1 : Al-Fatihah s/d Al-Baqarah Halaman : 624 + xxviii halaman
Volume 2 : Ali-‘Imran s/d An-Nisa Halaman : 659 + vi halaman
Volume 3 : Al-Ma’idah Halaman : 257 + v halaman
Volume 4 : Al-An’am Halaman : 367 + v halaman
Volume 5 : Al-A’raf s/d At-Taubah Halaman : 765 + vi halaman
Volume 6 : Yunus s/d Ar-Ra’d Halaman : 613 + vi halaman
Volume 7 : Ibrahim s/d Al-Isra’ Halaman : 585 + vi halaman
Volume 8 : Al-Kahf s/d Al-Anbiya’ Halaman : 524 + vi halaman
Volume 9 : Al-Hajj s/d Al-Furqan Halaman : 554 + vi halaman
Volume 10 : Asy-Syu’ara s/d Al-‘Ankabut Halaman : 547 + vi halaman
Volume 11 : Ar-Rum s/d Yasin Halaman : 582 + vi halaman
Volume 12 : Ash-Shaffat s/d Az-Zukhruf Halaman : 601 + vi halaman
Volume 13 : Ad-Dukhan s/d Al-Waqi’ah Halaman : 586 + vii halaman
Volume 14 : Al-Hadid s/d Al-Mursalat Halaman : 695 + vii halaman
Volume 15 : Juz ‘Amma Halaman : 646 + viii halaman

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Tafsir_Al-Mishbah

Comments

Popular posts from this blog

KORO PUTIH

Kata Pengantar Koro pedang (Canavalia ensiformis) sudah dikenal lama di masyarakat, namun tehnik budidaya secara baik belum banyak diketahui oleh masyarakat. Petunjuk teknis penanaman koro pedang dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang tehnik budidaya koro pedang agar diperoleh hasil yang maksimal sehingga dapat dijadikan panduan dalam penanaman koro pedang dalam skala luas. Penanaman koro pedang di lahan hutan dimaksudkan sebagai upaya diversifikasi jenis komoditas pertanian yang selama ini didominasi oleh jagung. Sistem perakaran koro pedang yang mampu mengikat nitrogen bebas di udara dapat digunakan sebagai upaya konservasi lahan dalam menjaga tingkat kesuburan tanah. Petunjuk teknis ini berlaku di KPH Purwodadi dan dapat ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan dan penerapannya di lapangan. PENDAHULUAN A. Gambaran Umum Koro pedang (Canavalia ensiformis) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan/Tengah, tanaman ini tumbuh subur dan menyebar di dae...

Kota Kediri, CPNS 2013, Pendaftaran

CPNS 2013 Posted : 06 September 2013 PENGUMUMAN Nomor: 810/2055/419.62/2013 TENTANG PENERMAAN CALON PEGAWAI  NEGERI SIPI L DAERAH (CPNSD) KOTA KEDIRI UNTUK PELAMAR UMUM TAHUN ANGGARAN 2013 Berdasatkan Penetapan Persetujuan Tertulis Rincian Formasi CPNSD Kota Kediri Tahun 3013 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: R/029.FM.PAN-RB/08/2013 tanggal 16 Agustus 2013, Pemerintah Kota Kediri akan melaksanakan Ujian Seleksi Panerimaan Calon Pegawai Negen Sipil Daerah (CPNSD) untuk mengisi formasi tahun anggaran 2013 dari pelamar umum sejumlah 40 (empat puluh) formasi. dengan ketentuan sebagai berikut : I.      KUALIFI KASI PENDIDI KAN YANG DIBUTUHKAN A.  KODE INSTANSI YANG DILAMAR    : 6577 B.  KODE LOKASI PENEMPATAN     : 6577 NO FORMASI JABATAN KODE JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN KODE PENDIDIKAN ALOKASI 1 2 3 4 5 7 JUMLAH SELURUHNY...

Budidaya Jamur Tiram

Seputar Jamur Tiram Tanya: Media apa saja yang bisa digunakan untuk budidaya jamur tiram ? Jawab: Hampir semua limbah organik bisa digunakan untuk budidaya jamur ini.antara lain :limbah gergajian kayu,limbah ampas tebu,limbah kulit kopi,limbah sagu,limbah tapioka,sekam dan jerami,limbah kertas,limbah pengolahan nanas ,sabut kelapa ,serat garut dll. Tanya: Apa saja campuran yang digunakan untuk media jamur tiram? Jawab : Campuran yang digunakan untuk menambah nutrisi media adalah: 1.media dasar : serbuk kayu atau yang lain 100% 2.bekatul 10-15% 3.kalsit/mill 1% sebagai penyeimbang ph 4.gips untuk tambahan mineral dan untuk mengokokohkan media jamur.(tidak mutlak) 5.starbio mushroom 1% 6.air 50-60% semua bahan dicampur rata baru dicampur air,ditutup bahan plastik untuk fermentasi.1-2 hari diaduk rata .kandungan air 50-60%.dikepal tidak pecah dan ditangan tidak terasa basah. Tanya: Berapa ukuran plastik untuk packing media jamur ? Jawab : Plastik tahan panas jenis PP ukuran 0.5-35...