Skip to main content

Tepung Ikan, Tepung Dari Ikan





Tepung Ikan adalah ikan atau bagian-bagian ikan yang minyaknya diambil atau tidak, dikeringkan kemudian digiling. Kegunaan utama tepung ikan adalah sebagai bahan campuran pada makanan ternak. Tepung ikan yang bermutu baik harus bebas dari kontaminasi serangga. Jamur, mikroorganisme pathogen.
Dalam susunan makanan ternak, tepung ikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan terutama ternak ayam dan babi selain itu juga sebagai komponen makanan ikan.

Tepung ikan yang bermutu baik harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
  • butiran – butirannya harus seragam
  • bebas dari sisa – sisa tulang, mata ikan dan benda asing, warna halus bersih, seragam, serta bau khas ikan amis (Afrianto dan Liviawaty, 2005).
- See more at: http://www.bebeja.com/membuat-tepung-ikan/#sthash.jnDkCwAb.dpuf
Pembuatan Tepung Ikan
Oleh:
Priyono, S.Pt
Mahasiswa Magister Ilmu Ternak UNDIP 2008/2009

Proses Pembuatan Tepung Ikan
Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membuat tepung ikan dari ikan segar. Cara yang paling sederhana yaitu dilakukan penjemuran dibawah sinar matahari. Metode ini dibeberapa wilayah masih digunakan dimana kualitas produknya lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan teknik modern. Sebagian besar proses pembuatan tepung ikan melalui tahap pemanasan, pengepresan, pengeringan dan penggilingan menggunakan mesin yang telah dirancang sebelumnya. Meskipun prosesnya sederhana, akan tetapi pada prinsipnya membutuhkan keterampilan dan pengalaman khusus untuk menghasilkan produk tepung ikan dengan mutu tinggi.

Pemanasan (Cooking)
Ketika ikan dipanaskan, sebagian besar air dan minyak akan hilang. Air dan minyak ini juga dapat hilang pada saat dilakukan pengepresan. Alat pemanas yang saat ini banyak digunakan berbentuk silinder uap air yang tertutup dimana ikan dipindahkan menggunakan alat berbentuk sekrup. Beberapa alat pemanas juga dilengkapi dengan fasilitas steam. Alat pemanas dalam industri dapat menampung sekitar 16 sampai 1600 ton bahan baku ikan segar per 24 jam.
Jika pemanasan kurang, maka hasil pressing nantinya tidak memuaskan dan pemanasan yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan ikan terlalu halus untuk dipress. Bahan baku ikan segar tidak dilakukan pengeringan selama tahap proses pemanasan. Pemanasan biasanya dilakukan pada suhu 95oC sampai 100 oC dalam waktu 15 sampai 20 menit. Beberapa perusahaan yang bergerak dalam pembuatan tepung ikan, menggunakan suhu 95 oC.
Pressing
Pada tahap ini terjadi pemindahan sebagian minyak dan air. Ikan berada dalam tabung yang berlubang, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan tekanan dengan bantuan sekrup. Campuran air dan minyak yang diperoleh ditekan keluar melalui lubang dan bahan bentuk padat seperti dalam pembuatan kue sebagai hasil akhir dari proses pressing. Selama proses pressing, kadar air menurun dari 70% menjadi 50% dan minyak menurun sekitar 4 %.
Pressing Liquor
Setelah dilakukan penyaringan untuk memisahkan material kasar dan material yang padat, kemudian material yang padat dan keras ini dilakukan pressing secara terus menerus dan disentrifugasi untuk memindahkan minyak. Minyak yang diperoleh kadang-kadang disuling yaitu proses yang dilakukan sebelum dimasukkan kedalam tangki penyimpan. Minyak yang disuling adalah minyak yang dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam industri pembuatan minyak goreng dan margarin.
Bagian cair dari proses pressing liquor dikenal dengan nama stickwater yang berisi material yang telah dihancurkan yang beratnya sekitar 9% dari total padatan. Material ini sebagian besar berupa protein dan stickwater terdiri dari sekitar 20% dari total padatan. Material terbentuk kembali akibat penguapan stickwater sampai berbentuk sirup yang terdiri dari 30 sampai 50 % padatan dan kadang-kadang dijual sebagai ikan padat yang dilarutkan. Pada umumnya produk hasil pressing liquor jika dipress kembali dan dikeringkan maka akan berbentuk tepung.
Pengeringan
Meskipun pada prinsipnya caranya sederhana, akan tetapi membutuhkan keterampilan dalam melakukan proses pengeringan yang baik. Jika tepung tidak dikeringkan maka dapat menyebabkan tumbuhnya jamur atau bakteri. Dan jika pengeringan dilakukan secara berlebihan maka akan mengakibatkan nilai nutrisi yang dikandungnya dapat menurun.
Ada dua jenis alat pengering, yaitu alat pengering langsung dan alat pengering tidak langsung. Pengeringan langsung menggunakan suhu yang sangat panas, yaitu sampai 500oC. Metode ini membutuhkan waktu yang singkat, tapi akan menyebabkan kerusakan yang lebih tinggi jika prosesnya tidak dilakukan secara hati-hati. Tepung sebaiknya tidak dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi, karena penguapan air yang cepat menyebabkan kondisi ikan mendingin, secara normal produk dipanaskan pada suhu 100oC.
Pada umumnya alat pengering berbentuk seperti tabung uap air dengan steam untuk mengeringkan tepung. Sebagian besar bau tidak sedap pada industri pengolahan berasal dari alat pengering. Alat pengering tidak langsung umumnya digunakan di UK.
Di UK, limbah ikan digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan tepung dan disini proses pengepressan bukanlah menjadi hal yang penting, karena kandungan minyak pada material sudah sangat sedikit. Tepung ikan ini diproses dengan cara yang sederhana, yaitu dengan cara memasak dan mengeringkan saja. Pertimbangan penggunaan tahap pressing adalah sebagai berikut:
Fleksibilitas penggunaan ikan yang berminyak, kurang berminyak atau campuran dari keduanya. Proses pemindahan air dengan pressing dan penguapan dari stickwater lebih murahkarena pengaruh penguapan lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan alat pemanas.
Penggilingan dan Pengemasan
Langkah terakhir yang dilakukan dalam pembuatan tepung ikan adalah penggilingan untuk memecahkan gumpalan-gumpalan atau partikel dari tulang dan dilakukan pengemasan tepung ikan untuk selanjutnya dilakukan penyimpanan di dalam silo. Dari tempat industri pengolahan tepung ikan, tepung ikan yang sudah siap jual kemudian ditransportasikan.
Tabel Analisis proksimat

Proses pembuatan tepung ikan dimulai dengan memotong-motong  bahan limbah ikan lantas mencuci bersih di bak pencucian. Bahan yang telah bersih kemudin diaduk dan dibiarkan selama 30 menit di dalam bak. Ikan yang mengandung banyak lemak dimasukkan ke dalam panci masak, ditambahkan air hingga terendam, dan dimasak selama 1 jam. Nah  ikan yang sedikit mengandung lemak dimasak dalam dandang selama 30 menit.
Selanjutnya ikan yang sudah masak dipres dan dihancurkan dengan alat penggiling (basah), kemudian dikeringkan pada suhu 60-65 derajat celcius selama 6 jam di dalam alat pengering. Bila dikeringkan dibawah sinar matahari membutuhkan waktu 2–3 hari hingga kadar airnya kurang dari 5%. Setelah bahan kering, digiling kembali sampai menjadi tepung (kering) dengan hasil berupa tepung ikan.
Sumber : http://bagusrn-fpk09.web.unair.ac.id/artikel_detail-37993-Bahan%20Kuliah-Proses%20Pembuatan%20Tepung%20Ikan.html

Comments

Popular posts from this blog

KORO PUTIH

Kata Pengantar Koro pedang (Canavalia ensiformis) sudah dikenal lama di masyarakat, namun tehnik budidaya secara baik belum banyak diketahui oleh masyarakat. Petunjuk teknis penanaman koro pedang dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang tehnik budidaya koro pedang agar diperoleh hasil yang maksimal sehingga dapat dijadikan panduan dalam penanaman koro pedang dalam skala luas. Penanaman koro pedang di lahan hutan dimaksudkan sebagai upaya diversifikasi jenis komoditas pertanian yang selama ini didominasi oleh jagung. Sistem perakaran koro pedang yang mampu mengikat nitrogen bebas di udara dapat digunakan sebagai upaya konservasi lahan dalam menjaga tingkat kesuburan tanah. Petunjuk teknis ini berlaku di KPH Purwodadi dan dapat ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan dan penerapannya di lapangan. PENDAHULUAN A. Gambaran Umum Koro pedang (Canavalia ensiformis) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan/Tengah, tanaman ini tumbuh subur dan menyebar di dae...

Kota Kediri, CPNS 2013, Pendaftaran

CPNS 2013 Posted : 06 September 2013 PENGUMUMAN Nomor: 810/2055/419.62/2013 TENTANG PENERMAAN CALON PEGAWAI  NEGERI SIPI L DAERAH (CPNSD) KOTA KEDIRI UNTUK PELAMAR UMUM TAHUN ANGGARAN 2013 Berdasatkan Penetapan Persetujuan Tertulis Rincian Formasi CPNSD Kota Kediri Tahun 3013 oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: R/029.FM.PAN-RB/08/2013 tanggal 16 Agustus 2013, Pemerintah Kota Kediri akan melaksanakan Ujian Seleksi Panerimaan Calon Pegawai Negen Sipil Daerah (CPNSD) untuk mengisi formasi tahun anggaran 2013 dari pelamar umum sejumlah 40 (empat puluh) formasi. dengan ketentuan sebagai berikut : I.      KUALIFI KASI PENDIDI KAN YANG DIBUTUHKAN A.  KODE INSTANSI YANG DILAMAR    : 6577 B.  KODE LOKASI PENEMPATAN     : 6577 NO FORMASI JABATAN KODE JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN KODE PENDIDIKAN ALOKASI 1 2 3 4 5 7 JUMLAH SELURUHNY...

Budidaya Jamur Tiram

Seputar Jamur Tiram Tanya: Media apa saja yang bisa digunakan untuk budidaya jamur tiram ? Jawab: Hampir semua limbah organik bisa digunakan untuk budidaya jamur ini.antara lain :limbah gergajian kayu,limbah ampas tebu,limbah kulit kopi,limbah sagu,limbah tapioka,sekam dan jerami,limbah kertas,limbah pengolahan nanas ,sabut kelapa ,serat garut dll. Tanya: Apa saja campuran yang digunakan untuk media jamur tiram? Jawab : Campuran yang digunakan untuk menambah nutrisi media adalah: 1.media dasar : serbuk kayu atau yang lain 100% 2.bekatul 10-15% 3.kalsit/mill 1% sebagai penyeimbang ph 4.gips untuk tambahan mineral dan untuk mengokokohkan media jamur.(tidak mutlak) 5.starbio mushroom 1% 6.air 50-60% semua bahan dicampur rata baru dicampur air,ditutup bahan plastik untuk fermentasi.1-2 hari diaduk rata .kandungan air 50-60%.dikepal tidak pecah dan ditangan tidak terasa basah. Tanya: Berapa ukuran plastik untuk packing media jamur ? Jawab : Plastik tahan panas jenis PP ukuran 0.5-35...